ini kunci pola makan sehat ala Rasulullah SAW. !!


Generic placeholder image

              Kesehatan merupakan nikmat Allah SWT yang  sering kita lupakan, padahal itu merupakan nikmat yang sangat besar yang wajib kita syukuri. Bagi seorang muslim, contoh terbaik dalam menjaga kesehatan adalah contoh diberikan oleh Rasulullah SAW. Rasulullah sangat jarang mengalami sakit meskipun mempunyai banyak aktivitas seperti berdakwah, beribadah, mencari nafkah dan bahkan terjun langsung dalam peperangan, serta sering menghadapi hal-hal yang sangat menekan perasaan beliau. Menurut beberapa sirah, Rasulullah  hanya mengalami sakit dua kali selama hidupnya. Yaitu  yang pertama, saat beliau menerima wahyu,  ketika itu beliau mengalami ketakutan yang sangat sehingga menimbulkan demam hebat, dan yang kedua menjelang beliau wafat. Saat itu beliau mengalami sakit yang cukup parah, hingga akhirnya wafat. Ada pula yang menyebutkan bahwa Rasulullah mengalami sakit lebih dari dua kali termasuk ketika sakit di tenung oleh seorang Yahudi dan di racun oleh seorang wanita Yahudi setelah perang Khaibar.

    Mengapa Rasulullah jarang sakit? Pertanyaan yang sangat menarik untuk dapat mengetahui tips sehat tersebut. beliau sangat menekankan aspek pencegahan daripada pengobatan.

            Dalam hal ini kita akan mengkaitkan dengan kehidupan mahasiswa yang sering kali meninggalkan pola sehat dalam mengkomsumsi makanan.  Siapa yang tidak tahu kehidupan mahasiswa yang nge kos dengan uang bulanan yang diberikan orang tua, apalagi yang berada diluar daerah maupun negeri. Pola makan yang  belum teratur merupakan  suatu masalah mayoritas dari para mahasiswa  (Suharjo ,1989).  Sebagian besar mahasiswa berasal dari luar kota yang menjalani hidup sebagai anak kos. Kebanyakan dari mereka menjalani perilaku atau pola konsumsi makanan yang tidak teratur dan jauh dari kata sehat. Hal ini diakibatkan oleh banyak faktor seperti kegiatan yang sangat padat, kekurangan segi ekonomi, kurangnya kepedulian tentang kesehatan dari makanan dan lain sebagainya. Berikut pola makan sehat rasulullah SAW;

 makanan dan minuman harus halal dan thoyib (baik). Maksudnya selain masuk kategori halal, maka makanan dan minuman kaum muslimin harus bersih dan mengandung kandungan gizi yang cukup.

        Selanjutnya makan yang sederhana dan tak berlebihan. Rasulullah mengajarkan untuk makan tidak terlalu kenyang. Lambung cukup di isis dengan 1/3 makanan. 2/3nya untuk minuman dan udara. Rasulullah bersaba: “Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

     “Kami adalah kaum yang tidak makan sebelum merasa lapar dan bila kami makan tidak pernah kekenyangan”(HR Bukhari Musim). Dari hadis tersebut Rasulullah melarang untuk makan lagi sesudah kenyang.

Adapun Menu harian Rasulullah adalah sbb:

      Lepas dari subuh, Rasulullah membuka menu sarapannya yaitu  segelas air ditambah sesendok madu asli. Khasiatnya luar biasa. Dalam Al qur’an, kata “syifa”/kesembuhan, yang dihasilkan oleh madu, diungkapkan dengan isim nakiroh, yang berarti umum, menyeluruh. Ditinjau dari ilmu kesehatan, madu berfungsi membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus, menyembuhkan sembelit, wasir, peradangan, serta menyembuhkan luka bakar.

      Masuk waktu dluha, Rasulullah selalu makan tujuh butir kurma “ajwa”/matang. Sabda beliau, barang siapa yang makan tujuh butir kurma, maka akan terlindungi dari racun. Dan ini terbukti ketika seorang wanita Yahudi menaruh racun dalam makanan Rasulullah dalam sebuah percobaan pembunuhan di perang khaibar, racun yang tertelan oleh beliau kemudian bisa dinetralisir oleh zat-zat yang terkandung dalam kurma. Bisyir ibnu al Barra’, salah seorang sahabat yang ikut makan racun tersebut, akhirnya meninggal. Tetapi Rasulullah selamat. Apa rahasianya? Tujuh butir kurma!

      Menjelang sore hari, menu Rasulullah selanjutnya adalah cuka dan minyak zaitun. Tentu saja bukan cuma cuka dan minyak zaitunnya saja, tetapi dikonsumsi dengan makanan pokok, seperti roti misalnya. Manfaatnya banyak sekali, diantaranya mencegah lemah tulang dan kepikunan di hari tua, melancarkan sembelit, menurunkan kolesterol, dan memperlancar pencernaan. Ia juga berfungsi untuk mencegah kanker dan menjaga suhu tubuh di musim dingin.

        Di malam hari, menu utama Rasulullah adalah sayur-sayuran. Beberapa riwayat mengatakan, beliau selalu mengonsumsi sana al makki dan sanut. Secara umum sayur-sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama, yaitu memperkuat daya tahan tubuh dan melindungi dari serangan penyakit.

         Puasa akan membawa kita pada kesehatan yang sangat luar biasa. Secara fisiologis, puasa sangat erat kaitannya dengan kesehatan tubuh manusia. Saluran pencernaan manusia tempat menampung dan mencerna makanan, merupakan organ dalam yang terbesar dan terberat di dalam tubuh manusia. Sistem pencernaan tersebut tidak berhenti bekerja selama 24 jam dalam sehari. Apalagi menjadi mahasiswa yang bisa berpuasa senin dan kamis agar dapat menghemat sekaligus bisa hidup sehat ala rasulullah

        Fakta-fakta di atas menunjukkan pola makan Rasulullah ternyata sangat cocok dengan irama biologi berupa siklus pencernaan tubuh manusia yang oleh pakar kesehatan disebut circadian rhytme (irama biologis). Selain itu, ada beberapa makanan yang dianjurkan untuk tidak dikombinasikan untuk dimakan secara bersama-sama. Makanan-makanan tersebut antara lain: jangan minum susu bersama makan daging, jangan makan ayam bersama minum susu, jangan makan ikan bersama telur, jangan makan ikan bersama daun salad, Jangan minum susu bersama cuka, jangan makan buah bersama minum susu. 

            Nah itu ya semoga teman teman dan para mahasiswa dapat meniru cara hidup sehat yaitu  salah satunya meniru pola makan rasullullah SAW. Semoga kita tetap diberikan kesehatan selalu. Aminnn ya rabbal alamin

  

Isi Komentar