PEMBANGUN GENERASI RABBANI ITU BERNAMA MAHASISWA MUSLIM


Generic placeholder image

Akan tetapi (dia berkata): “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya (Q.S Ali Imran:79).

Dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 79 menunjukkan ciri ciri dari masyarakat muslim yang sebenarnya. Generasi rabbani merupakan generasi yang terdiri dari orang orang yang mengenal Tuhannnya, memelihara dan menguasai ilmu serta menjaga keshalihannya. Dalam islam, tidak ada pemisahan antara iman, ilmu, dan amal. Rabbani adalah orang yang beriman, berilmu dan beramal sehingga pepatah yang mengatakan bahwa ilmu yang tidak diamalkan bagaikan pohon yang tak berbuah merupakan pepatah yang sangat tepat untuk menggambarkan betapa mulianya seorang muslim yang belajar dan mau mengajarkannya kepada orang lain.

Mahasiswa yang terdiri dari muslim dan muslimah yang berwawasan ilmu pengetahuan merupakan tumpuan dalam membangun sebuah generasi yang rabbani. Seperti halnya untuk membangun sebuah negeri yang maju tidak dilihat dari berlimpahnya sumberdaya alam yang ada tetapi dilihat dari berlimpahnya sumberdaya manusia yang berkualitas. Demikian juga untuk membangun generasi rabbani memerlukan muslim dan muslimah yang kaya akan ilmu serta saling mengajarkan kebaikan sesamanya. Contoh seperti inilah yang dibutuhkan oleh Indonesia dan Aceh pada khususnya untuk mewujudkan model masyarakat madani.

Mahasiswa muslim merupakan pemuda terdepan dalam mengemban amanah terbentuknya masyarakat yang rabbani. Dalam setiap diri mahasiswa muslim terselip adanya harapan untuk membangun generasi yang cinta kepada Allah dan Rasulnya serta berpedoman teguh pada Al-Qura’an dan hadist. Hal ini dikarenakan mahasiswa merupakan pemuda yang terpelajar sehingga ilmu yang dimilikinya dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari hari dan diamalkan dalam masyarakat sehingga akan lebih bermanfaat.

Dalam era globalisasi, batas batas geografis  hampir tidak berdaya dan buadaya luar dengan mudahnya menembus setiap sendi kehidupan masyarakat. Budaya yang masuk ke Indonesia tidak tersaring sehingga hanya masyarakat sendiri yang bisa memilih antara budaya yang berdampak positif atau yang negatif. Untuk itu diperlukan ilmu agama serta yang berhubungan dengan dunia untuk membatasi diri terhadap pengaruh globalisasi. Apabila tidak dibatasi, akan terjadi demoralisasi dimana masyarakat muslim yang berkarakter sebagaimana muslim seharusnya malah berperilaku seperti non muslim. Hal ini akan merusak generasi rabbani yang terbentuk dalam masyarakat muslim.

Sejarah telah mencatat bahwa mahasiswa menjadi salah satu tonggak perubahan yang terjadi di Indonesia. Sebagian besar dari mereka merupakan muslim yang berkeinginan kuat untuk menjadikan Indonesia sebagai negeri yang lebih makmur. Demikian juga dengan berbagai organisasi berorientasikan islam yang turut berperan serta dalam mengawal setiap perubahan yang terjadi di Indonesia. Mereka merupakan orang orang terpelajar yang tidak hanya diam menjadi menonton namun memiliki dedikasi yang tinggi untuk membangun negara.

Sebagai sebuah negara dengan penduduk muslim terbanyak didunia, Indonesia juga memiliki mahasiswa muslim yang sangat tidak sedikit jumlahnya. Mahasiswa muslim ini merupakan cendekiawan muda yang menjadi penerus bangsa untuk membangun generasi rabbani. Tidak mudah bagi mahasiswa muslim saat ini untuk bersaing dalam berbagai sektor mengingat sebagian besar kemajuan teknologi masih dikuasai oleh non muslim. Problema lainnya datang dari sikap anti islam yang masih ditunjukkan oleh beberapa masyarakat di negara dengan minoritas muslim. Tentu ini menjadi tantangan tersendiri bagi banyak mahasiswa muslim untuk menunjukkan jati diri sebagai muslim yang taat kepada Allah dan berwawasan luas.

            Banyak diantara tokoh islam yang merupakan pelopor ilmu pengetahuan didunia. Sebut saja salah satunya Ibnu Sina atau juga dikenal dengan nama Avi Cenna yang merupakan tokoh besar dalam perkembangan ilmu kesehatan. Mahasiswa muslim saat ini juga dapat berprestasi dan ikut berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Karakter seperti ini kembali lagi kepada kemauan dan kemampuan dari mahasiswa muslim untuk membangun khazanah ilmu pengetahuan berbasis islami.

            Peran mahasiswa musim dalam membangun generasi rabbani sangat besar. Mahasiswa muslim merupakan calon orang tua yang akan melahirkan anak anak yang cerdas sebagai bagian dari generasi rabbani. Peran mahasiswa tidak hanya secara fisik tetapi juga secara pemikiran karena dari para cendekiawan muda ini akan muncul pemikiran pemikiran baru dalam memajukan negeri. Oleh karena itu sangat penting bagi setiap muslim untuk menuntut ilmu dari ayunan sampai ke linag lahat. Bahkan Rasulullah memerintahkan umat islam untuk menuntut ilmu sampai ke negeri Cina sekalipun.

            Tidak ada hasil yang mengkhianati usaha, pepatah tersebut harus ditanamkan dalam setiap diri mahasiswa muslim. Sistem tabur tuai akan terjadi didalam kehidupan karena apa yang kita tabur maka itulah yang akan kita tuai. Kuliah ibarat menanam padi di sawah, banyak proses yang harus dilalui untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Begitu pula dengan kuliah dimana banyak sekali proses yang harus dilalui untuk mendapatkan ilmu dan selembar ijazah. Hasil yang baik akan didapatkan oleh mahasiswa muslim yang mau bersungguh sungguh dengan berserah diri kepada Allah.  Muslim seperti ini yang akan melahirkan generasi cerdas dan islami.

            Pada akhirnya tantangan demi tantangan akan terus dilalui oleh setiap muslim sesuai dengan berkembangnya zaman. Tidak terkecuali mahasiswa muslim yang terus terpengaruh dengan efek globalisasi. Menjadi seorang muslim yang cerdas akan mempengaruhi generasi muslim kedepannya. Satu buku yang dibaca pada hari ini akan sangat menentukan masa depan seseorang. Seorang mahasiswa muslim hidup untuk akhirat dan juga untuk dunia dengan perbandingan yang sama. Dengan perhatian yang sama besarnya, akan lahir generasi rabbani kedepan yang taat beragama, cerdas dan berakhlak mulia.

  

Isi Komentar