Membunuh Cicak Disunnahkan oleh Rasulullah SAW


Generic placeholder image

Cicak merupakan binatang yang berukuran kecil, berwarna kecoklatan, dan menggelikan. Hewan ini tergolong jenis omnivora seperti manusia. Keberadaannya sangat mudah kita jumpai karena berada di atap-atap rumah, di pohon, dan tempat lain yang memungkinkan tersedianya makanan bagi cicak. Tapi tahukah kamu kalau cicak merupakan hewan yang disunnahkan untuk dibunuh ?

“Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam memerintahkan untuk membunuh cicak, dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menamainya dengan nama Fawaisiqo (Binatang jahat)” [HR. Muslim]. (http://hukum-islam.net/)

Di dalam suatu keterangan mengenai hadis tersebut, Nabi Muhammad Rasulullah SAW pada waktu itu sedang melaksanakan shalat. Ketika beliau sedang shalat, tiba-tiba dikencingi serta diberaki oleh cicak yang berada di atasnya. Sedangkan tahi cicak dan air kencing cicak itu sangat bau dan najis. Oleh kerana itu, Nabi Muhammad Rasulullah SAW menamai cicak dengan nama Fuwaisiqo (Si penjahat kecil).

Hal tersebut bagi kalangan orang sepertinya sepele, namun bisa dibuktikan dengan keberadaan ilmu sains yang berkembang di zaman modern ini. Dari penelitian saat ini membuktikan bahwa kotoran cicak mengandung bakteri E. Coli atau Escherichia. (http://halosehat.com/). Seperti yang kita ketahui bahwa bakteri ini dapat menyebabkan rasa sakit pada perut hingga menyebabkan mencret. Hal ini karena bakteri E. Coli yang masuk ke dalam sistem pencernaan akan menyebabkan adanya mikroba yang menjadi racun pada sistem pencernaan manusia.

Jika kita telisik lagi, warna putih pada kotoran cicak merupakan garam amonia yang berasal dari sisa- sisa proses daur ulang urine. Sementara itu warna hitam merupakan hasil sisa sekresi dari tubuh cicak atau feses. Pada saat cicak mengeluarkan kotorannya, cicak terlebih dahulu mengeluarkan feses yang kemudian diikuti dengan pengeluaran garam amoniaknya. Hal tersebut sangat berbahaya apabila masuk ke dalam tubuh manusia, oleh karena itu kita harus berhati-hati terhadap makanan kita agar terhindar dari kotoran cicak.

Jika kita menghubungkan perintah dari Nabi Muhammad Rasulullah SAW untuk membunuh cicak dengan hasil dari penelitian mengenai kotoran cicak akan didapatkan suatu kausalitas. Padahal ketika zaman tersebut, Nabi Muhammad Rasulullah SAW belum mengenal ilmu sains namun dengan bantuan dari Allah SWT memerintahkan kita untuk membunuh cicak karena diibaratkan sebagai penjahat kecil.

Namun demikian, ketika membunuh cicak harus dengan satu kali pukulan sesuai dengan perintah Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Sekali pukulan yang dapat mematikan bagi sang cicak,maka pahalanya sangat besar daripada pukulan berikutnya yang selalu mengurangi pahala dari membunuh cicak, karena Allah SWT membenci orang yang berbuat keji. Hadits yang diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: “Barang siapa membunuh cicak dalam sekali pukul, maka ditulis untuknya seratus kebaikan, dan dalam dua kali pukulan kurang dari itu (seratus kebaikan), dan dalam tiga kali pukulan, kurang dari itu.” [HR. Muslim] (http://hukum-islam.net/)

Bagi penulis maupun pembaca yang ingin mengamalkan ajaran Rasulullah SAW dipersilahkan karena merupakan sunnah, namun tidak mutlak apabila kita bertemu dengan cicak lalu kita membunuhnya dengan brutal. Cicak juga termasuk hewan ciptaan Allah SWT, jika kita mempunyai kesempatan untuk membunuhnya dalam sekali pukulan maka lakukanlah, namun apabila tidak maka jangan engkau lakukan.

  

Isi Komentar