Senjata Perang Peradaban Modern


Generic placeholder image

               Sejarah pernah membuktikan bahwa orang hebat selalu didukung dengan perempuan yang hebat dibelakangnya. Bukan hanya seorang pengusaha, seorang pejabat, atau presiden bahkan para nabi. Lihatlah ketika seorang nabi Isa yang dilahirkan tanpa bapak namun bisa melewati sebuah kejamnya cobaan dan masalah dari kaumnya karena ia dididik dari seorang perempuan suci yang luar biasa bernama maryam dan seorang nabi Musa yang dididik oleh ibu asuh Sholeha bernama Asiah yang berani menempuh segala rintangan. Cerita dari dua orang nabi ini memberikan pelajaran betapa pentingnya peran perempuan, walaupun ketiadaan seorang bapak pada didikan nabi Isa bahkan keberadaan bapak yang syirik dan menyatakan dirinya sebagai tuhan pun dapat menciptakan sosok luar biasa seperti Musa. Kuncinya adalah ibu, karena perempuan adalah tempat pendidikan pertama bagi generasi. Bandingkan dengan sosok dari anak nabi Nuh yang dilahirkan dari bapak sholeh namun dididik oleh ibu yang buruk sifat dan perangainya, Kan’an anak nabi Nuh lebih memilih berkhianat dari ayahnya sendiri bahkan takmau mengikuti ajaran yang didakwahkan ayahnya. Maka sekali lagi kuncinya adalah perempuan, Ibu.
            “merusak perempuan lebih menguntungkan dibanding merusak laki-laki” ungkapan ini benar adanya. Perempuan adalah pondasi bagi keluarga, ibu. Karna ibu adalah madrasah ula bagi anak-anaknya, untuk merusak sebuah negara dan peradaban hanya butuh satu yaitu ibu, perempuan. Karena sebuah bangsa yang hebat didapat dari hasil kumpulan keluarga yang hebat. Namun di zaman modern ini, kita bisa saksikan bahwa perempuan lebih rela habiskan waktunya untuk lelah bekerja dibanding untuk lelah untuk menerima gelar kemuliaan ibu dengan seutuhnya. Jika sudah begini urusan mendidik, mengajar, dan mengasuh diberikan kemana lagi jika tidak kepada sang pengurus rumah tangga, memang tidak ada salahnya hal tersebut dilakukan. Namun apakah wanita tidak merasa kecewa kepada dirinya sendiri ketika menyaksikan sang anak lebih sayang, lebih memahami, dan lebih perhatian terhadap sang pengurus rumah tangga. Sebuah video para ibu dan pengurus rumah tangga di Malaysia yang terunggah di situs berbagi video, yang akhir-akhir ini marak diperbincangkan membuktikan bahwa pengurus rumah tangga lebih memahami segala sesuatu mengenai sang anak dibanding ibu kandungnya sendiri.
            Kalau sudah begini urusan sudah mulai runyam, tatanan menjadi tidak karuan. Jadi, untukmu wahai perempuan. Jadilah perempuan yang cerdas, mandiri, kuat, dan disiplin. Jika hanya mejadi cantik dan warna-warni saya rasa boneka barbie pun memiliki sifat fisik seperti itu. Lalu apa bedanya?
            Waktu takbisa ditunggu dan menunggu ia akan terus maju tanpa hiraukan apa masalah dan kendalamu. Maka sebelum waktunya tiba, kewajiban perempuan adalah belajar. Karena wanita adalah pintu peradaban. Dan sejarah telah mencatatkannya, bahwa dibalik kesuksesan seorang anak ada perempuan hebat yang selalu mendukungnya. Maka dibalik kemajuan sebuah peradaban pasti juga tidak jauh dari sosok perempuan.
            Belajarlah setinggi mungkin dan sehebat mungkin, perempuan takboleh bodoh. Belajarlah banyak hal, mengenai peradaban. Pendidikan tinggi bukan berarti kita melampaui pria, bukan begitu. Belajar dan ilmu adalah senjata bagi kita, kaum perempuan untuk membangun sebuah peradaban. Karna kita adalah senjata perang peradaban modern. Maka sekali lagi, belajarlah! #KepadaHati

  

Isi Komentar