Menulislah!


Generic placeholder image

"Aku lebih takut seorang penulis dibanding dengan seorang penembak jitu. karna seorang penulis bisa membidik lebih dari sepuluh kepala dalam satu waktu sedangkan penembak itu hanya bisa membidik satu kepala dalam satu waktu."-Napoleon Bonaparte-

 

            Menulis bukanlah hal yang susah bukan juga hal yang mudah. Karna menulis bukan hanya tentang sastra dan seni tapi juga tentang isi. Menulis adalah introspeksi diri, introspeksi terhadap tulisan kita yang telah terpublikasi.

            Dulu mungkin menulis adalah sebuah daftar dari bagian sebuah hobi, namun di era digital ini menulis adalah sebuah urgensi. Tulisan adalah senjata baru di era modern ini, senjata yang bisa mengendalikan opini masyarakat akan negeri ini.

            Karna tulisan adalah senjata, maka ia perlu diasah, perlu dilatih. Agar ia tajam, agar ia terlatih memberi manfaat bukan memberi permasalahan. Ia perlu dilatih dengan membaca, dengan literasi. Jika hanya menulis tanpa literasi dan bacaan, ia akan kering dan gersang. Maka teruslah membaca, membaca ibarat vitamin bagi otak yang mulai lelah.

            Membaca dan menulis adalah dua sejoli yang takbisa dipisahkan. Selalu bisa saling melengkapi, melengkapi untuk bermanfaat bagi orang di sekitar ini. Menulislah kawan, karna takada gunanya menyimpan gagasan dan pengetahuan tanpa memberi manfaat untuk sekitar. Menulislah, walaupun terkadang takada yang membaca. Bukan itu tujuan menulis kawan, biarlah ia menjadi bukti bahwa engkau penuh dengan gagasan dan pengetahuan walaupun hanya sebuah pendapat dan opini yang mungkin takbisa diterima sebagian orang. Tapi paling tidak engkau sudah punya bukti, bukti bahwa keberadaanmu pernah membagikan pengetahuan.

            Dan ketika wawasanmu hilang bersama ragamu, ia masih punya bukti dan masih bisa dirasa. Paling tidak oleh anak cucumu *ahh ini terlalu berhalusinasi.

Intinya, menulislah kawan. Karna tulisan kini adalah urgensi bukan hanya sebuah hobi.

           

 

  

Isi Komentar